Showing posts with label copy and paste. Show all posts
Showing posts with label copy and paste. Show all posts

Sunday, May 8, 2011

UNTUK ADAM..

Adam...
Kalau kami tidak membalas salammu, kami dikatakan sombong,
Kalau kami diam apabila ditanya, dikata berlagak pula,
Kalau kami tidak senyum kepadamu, dipanggil poyo,
Kalau kami tidak membalas smsmu, dikatakan kerek.
Adam...
Perempuan bagaimanakah yang engkau mahu jadikan isteri?
Adakah seorang perempuan yang dengan senang hati memberi salam kepada semua lelaki?
Atau perempuan yang melunakkan suara apabila bersuara?
Serta perempuan yang murah senyum dan tawanya untuk semua?
Ataupun...
Perempuan yang sentiasa berkepit dengan telefonnya,
Tidak hirau sekeliling semata-mata meluangkan masa untuk bersms denganmu?
Begitukah calonmu wahai Adam?
Ketahui wahai Adam,
Sesungguhnya, perempuan itu manja,
Suka dibelai, Suka dikasih,
Namun, Adam...
Tahukah kamu apa erti batas pergaulan?
Janganlah sewenang-wenangnya engkau memanggil kami sombong, berlagak, poyo atau kerek.
Kerana...
Kami begitu untuk menjaga aib kamu,
Membantu kamu menghindari diri dari belengu dosa,
Menjauh dari kehinaan,
Kerana kami merupakan fitnah dunia,
Fitnah bagi kamu.
Adam...
Kami ini insan yang lemah,
Janganlah kau cemar iman kami,
Janganlah kau rosakkan mujahadah kami,
Janganlah kau kotori kasih dan cinta kami pada Ilahi,
Kerana kami sedang berperang melawan nafsu,
Sedaya upaya menahan diri daripada godaanmu.
Adam...
Andai kau kasih dan sayang pada kami,
Andai kau mahu membela nasib kami,
Andai kau mahu perempuan solehah menjadi suri dalam taman hati,
Ibu kepada bakal pejuang agama,
Doalah buat kami,
Doalah jua buat dirimu,
Agar ada redha Allah dalam setiap amalanmu dan kami...
Kerana Adam adalah pembela kami.

Untuk Adam | iluvislam.com + discover the beauty of islam

Thursday, April 28, 2011

Usah Risau Jika Belum Berpunya


Resah. Gelisah. Seraut wajah termenung jauh. “Orang lain semua dah nak kawin, tinggal aku sorang saja”. Sekeping hati bermonolog. Monolog itu disusuli tujahan prasangka.
  
“Aku tak cantik ke?”
“Aku kurang bergaya ke?”
“Ataupun pasal gaji aku tak seberapa?”
“Aku tak pandai meng’ayat’ agaknya.”

Mungkin begitulah kerisauan yang memberat di minda muda mudi yang masih belum berpunya. Rasa rendah diri, stress dan gelojak rasa ingin memiliki membutakan mereka berusaha memenangi hati dan memiliki seseorang tanpa mengenal batas halal dan haram. Yang penting dapat.

            Pilu hati ini melihat remaja yang merana kerana cinta. Pilu kerana walaupun mereka sudah merasa peritnya penangan cinta dusta, mereka masih tak mampu mengarah diri mencari cinta hakiki. Tak serik- serik lagi diri didustai. Diri diperhamba menagih cinta sementara hingga sanggup berkonflik dengan Pencipta cinta. Semua batasan- Nya diredah segala. Tak kenal dosa pahala.

            Oh, remaja!

            Cinta sebelum kahwin itu hanya menjerumus ke lembah dosa dan zina.Jika mampu bertahan ke jinjang pelamin sekalipun, percayalah bahawa rumah tangga itu takkan berkat. Apa tidaknya, asasnya dibina daripada dosa dan maksiat. Mana mungkin dapat menegakkan tiang taqwa yang utuh kecuali dinaik taraf dengan taubat. Rumah tangga akan menjadi tawar dan hambar. Semuanya sudah dirasa dan terbiasa, nak rasa nikmatnya apa lagi? Anak- anak menjadi mangsa. Terimalah ia sebagai hukuman di dunia. Amat pedih. Namun, terlalu sedikit berbanding pedihnya hukuman abadi di negeri sana.

            Kuhembus nasihat ini kepadamu hai remaja tanda sayangku tak terhingga. Bagi para- para gadis yang belum berpunya, andalah pilihan-pilihan Allah untuk masih mekar terpelihara sehingga tiba giliran anda mendapat seruan, yakinlah!

            Jangan risau jika masih belum berpunya kerana mungkin Allah ingin bagi ketenangan dulu buat anda untuk terus melangkah menggapai cita- cita. Usah peningkan kepala. Dia menguji anda sedikit masa lagi.

            Begitu jugak buat pemuda yang belum berpunya, “first thing first”. Utamakan yang lebih penting daripada apa yang penting. Kenali prioriti anda sekarang. Jika memang sudah sampai saat nak memiliki, tabahlah dan teruskan berusaha. Ingat, pastikan waktu nak berusaha tu anda memang dah betul- betul mampu dan bersedia.

            Memiliki seorang isteri solehah ibarat memiliki dunia dan seisinya.Sudah tentu jalan untuk mendapatkan sesuatu yang istimewa amat berliku dan banyak cabaran. Jangan berputus asa. Rasa mulialah dengan usaha yang dicurahkan walaupun pinangan pernah ditolak. Usah rasa malu dan terhina kerana Allah menilai setiap usaha selagi berjalan dilandasan- Nya. Teruskan berusaha!

            Ingat, usaha yang Allah redha sahaja. Bagaimana? Dengan SMS siang malam? Atau bergayut di telefon memanjang? Atau ajak keluar, belanja makan? Begitukah?

            Berusahalah menyediakan diri dan pikatlah ibu bapanya terlebih dahulu, Itu tip memikat wanita beriman. Sebaik- baiknya, gunakan orang perantaraan untuk lebih menjaga warak dan iman.

            Seringkali, seseorang mencari kekasih ibarat dia mendaki gunung yang tinggi. Pepohon berduri sanggup diredah, curam yang jurang sabar ditempuh. Namun, apabila dia memilikinya, didapati insan yang dikejar itu dedaunan kering cuma. Begitulah perumpamaan sia-sianya usaha yang tidak disalur dengan suluhan petunjuk Al-Quran dan Sunnah.

            Beringatlah, urusan jodoh tak ke mana. Sudah sedia tercatat seungkap nama di Loh Mahfuz untuk kita. Ianya urusan yang pasti. Apa yang tak pasti. Sama ada kita mendapatkannya dengan cara yang mulia atau sebaliknya.Wallahu’alam.



(Fatimah Syarha Nordin, 2008)


cinta dalam diam...




Jika Belum Bersedia, Cintai Ia Dalam Diam

Bila belum bersedia melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...
Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang,
Kau tak mau merosak kesucian dan penjagaan hatinya..

Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..
Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..

Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt pilihkan untukmu ...

Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali ??
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah ....

Karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ??

Dan jika memang 'Cinta Dalam Diammu'  itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam ...

Jika dia memang bukan milikmu, Allah, melalui waktu akan menghapus 'Cinta Dalam Diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...

Biarkan 'Cinta Dalam Diammu'  itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahsia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...

Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan…

Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba…mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya…


Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allahmaka ia pun berhilir hanya kepada Allah..
" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah .” (QS. Adz Dzariyat:49)
" Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. ” (QS. An Nuur: 32)
" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. "  (QS. Ar-Ruum:21)

Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah… berdo’alah… berpuasalah…
" Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk menikah, berpuasalah, karena ssungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya ” (Hadist) "
“ Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ” (QS. Al Israa’ :32)



Cukup cintai ia dalam diam…
bukan karena membenci hadirnya…tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia…tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya…tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..

Cukup cintai ia dari kejauhan…
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaan karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan karena hadirmu mungkin saja ‘kan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga…

Cukup cintai ia dengan kesederhanaan…
memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan…

Maka cintailah ia dengan keikhlasan 
karena tentu kisah fatimah dan ali bin abi thalib diingini oleh hati…tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi…?


"…boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ” (QS. AlBaqarah:216) "
" Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS.An Nuur:26) "

Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan…
karena tiada yang tahu rencana Tuhan… mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan… serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya…




“ Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. ” (Umar bin Khattab ra.)